Fakta menarik: kebanyakan penulis gagal bukan karena tidak bisa menulis, tetapi karena berhenti di tengah jalan.
Banyak orang sebenarnya punya ide bagus, sudut pandang menarik, dan cerita yang layak dibagikan. Namun, semua itu sering berhenti hanya sebagai niat karena proses menulis terasa berat dan penuh keraguan. Bukan kemampuan yang kurang, melainkan ketahanan untuk terus menulis yang belum terbangun.
Penyebab Umum Penulis Berhenti
Ada beberapa alasan yang paling sering membuat penulis menyerah sebelum naskah selesai.
- Terlalu perfeksionis di awal — ingin tulisan langsung sempurna sejak paragraf pertama.
- Takut karyanya tidak laku — khawatir hasil tulisan tidak diterima pembaca.
- Kurang disiplin waktu — menulis hanya saat mood datang.
- Mudah membandingkan diri — merasa tertinggal dibanding penulis lain.
Padahal, buku tidak pernah selesai oleh penulis yang hanya menunggu mood. Buku lahir dari penulis yang tetap menulis meski ragu, lelah, dan belum percaya diri.
Buku Tidak Lahir dari Penulis yang Menunggu Mood
Menulis bukan soal perasaan, melainkan soal komitmen. Bahkan satu paragraf per hari jauh lebih baik daripada menunggu hari yang “sempurna”.
Solusi Sederhana agar Naskah Selesai
Beberapa langkah kecil yang bisa langsung kamu terapkan:
- ✔ Tentukan target kecil dan realistis
- ✔ Buat jadwal menulis yang konsisten
- ✔ Fokus menyelesaikan naskah, baru diperbaiki
Dengan cara ini, menulis terasa lebih ringan. Progres kecil yang dilakukan setiap hari akan terkumpul menjadi satu naskah utuh.
Semua Buku Berawal dari Naskah Kasar
Setiap buku yang kamu baca hari ini, sekeren apa pun isinya, dulunya hanyalah naskah kasar yang penuh revisi. Tidak ada buku yang langsung sempurna sejak awal.
Yang membedakan penulis yang berhasil dan yang berhenti hanyalah satu: mereka memilih untuk menyelesaikan tulisannya.
📚 Kami percaya setiap orang punya cerita, dan cerita layak dibukukan.