Banyak orang ingin menjadi penulis, tapi sering terjebak pada satu pikiran yang sama: “Saya belum siap.”
Belum siap karena merasa kurang pintar, belum siap karena belum punya pengalaman, atau belum siap karena takut tulisannya tidak bagus. Padahal, jika kita menengok ke belakang, hampir semua penulis besar memulai dari kondisi yang sangat sederhana. Mereka menulis dari rumah, dari meja biasa, bahkan dari kertas seadanya, dan semuanya berawal dari satu halaman pertama.
Menjadi penulis bukan soal menunggu siap, tetapi soal berani memulai.
Menulis Tidak Harus Rumit
Banyak orang mengira menulis buku itu proses yang berat dan penuh aturan. Faktanya, langkah awal menjadi penulis justru sangat sederhana. Kamu tidak perlu langsung memikirkan penerbit, cetak buku, atau penjualan. Fokus pertama hanyalah menulis itu sendiri.
Beberapa langkah nyata yang bisa kamu lakukan:
1. Mulai dari Topik yang Kamu Kuasai
Kamu tidak harus menjadi ahli sastra untuk menulis. Topik terbaik justru sering datang dari hal-hal yang dekat dengan hidupmu, seperti:
- Pengalaman pribadi
- Hobi yang kamu tekuni
- Keahlian atau pekerjaan sehari-hari
- Cerita di sekitar lingkunganmu
Menulis tentang hal yang kamu pahami akan membuat prosesnya terasa lebih ringan dan mengalir.
2. Tulis Rutin, Bukan Sempurna
Kesalahan terbesar penulis pemula adalah ingin tulisannya langsung sempurna. Akibatnya, mereka berhenti di tengah jalan.
Cobalah menetapkan target sederhana, misalnya:
- 300–500 kata per hari
- 30–60 menit menulis setiap hari
Tidak masalah jika hasilnya belum rapi. Ingat, tulisan jelek masih bisa diperbaiki, tapi tulisan yang tidak pernah ditulis tidak akan pernah jadi apa-apa.
3. Jangan Takut Salah
Salah ketik, alur berantakan, atau ide terasa lemah adalah hal yang wajar. Semua penulis mengalaminya. Revisi selalu datang setelah naskah selesai, bukan di awal.
Izinkan dirimu menulis dengan bebas terlebih dahulu. Editing adalah tahap berikutnya.
4. Perbanyak Membaca Buku Sejenis
Membaca adalah bagian penting dari proses menulis. Dengan membaca buku sejenis, kamu akan:
- Memahami alur cerita
- Mengenal gaya bahasa
- Belajar menyusun ide dengan lebih rapi
Semakin banyak membaca, semakin kaya sudut pandangmu sebagai penulis.
5. Gabung Komunitas Menulis
Menulis sendirian sering membuat semangat naik turun. Bergabung dengan komunitas menulis—baik online maupun offline—akan membantumu:
- Mendapat motivasi
- Berbagi pengalaman
- Mendapat masukan yang membangun
Dukungan dari sesama penulis bisa membuatmu bertahan lebih lama dalam proses ini.
Konsistensi Lebih Penting dari Bakat
Menulis bukan soal siapa yang paling berbakat, melainkan siapa yang paling konsisten. Banyak penulis sukses lahir bukan karena mereka paling pintar, tetapi karena mereka tidak berhenti menulis.
Jika hari ini kamu mulai satu halaman, besok dua halaman, dan terus berlanjut, bukan tidak mungkin suatu hari nanti halaman-halaman itu berubah menjadi sebuah buku utuh.
Buku pertamamu mungkin belum sempurna, tapi bisa jadi sedang menunggu untuk ditulis hari ini.